Tentang Kopi: Zaman STM, Kopi Shop, dan Kopi Sachet

Ketika STM, zaman waktu imut-imutnya, hobiku minum kopi di warung bi Oon atau istilah kerennya ngopi bareng pasukan hudang beurang (bangun siang). Hampir semua merk dan rasa pernah kucicipi mulai dari kopi top, kopi mix sampai kopilih dia daripada akupun pernah kucicipi rasanya hamper sama, pahit boss. Yang paling kusuka sampai sekarang sih kopi iteum yang tiga ribuan per satu gelasnya.

Jika kita bicara tentang kopi, pasti tidak akan ada habisnya. Banyak sekali yang bisa dibahas about kopi. Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat, artinya citarasa kopi sudah tidak asing lagi di lidah semua kalangan, mulai dari jelata sampai pejabat hampir semua penikmat kopi, #NgopiBossNgopi.

Kenapa demikian ? Karena kopi tidak hanya memberikan kenikmatan, salah satu manfaatnya minuman ini juga dapat dijadikan sebuah perangsang inspirasi bagi penikmatnya terutama bagi mereka yang suka menuangkan isi hati melalui tulisan, quote, status medsos, yang banyak bertebaran di internet. Bahkan seperti yang ditulis oleh mojok.co Kata BPS, Milenial Lebih Suka Kopi Ketimbang Beli Baju.

Membaca artikel dari mojoc.co tersebut, sebagai penikmat kopi garis keras paradigma berfikir saya (So intelek boss), yang sampai sekarang belum pensiun ngopi sangat setuju kalau #NgopiBossNgopi itu layak diprioritaskan ketimbang beli baju, karena nongkrong dan karaoke hanya pakai celana tidur saja masih bisa dimaafkan. Aw bar…bar.

Hari ini maraknya kopishop di mana-mana tentu menjadi salah satu alternative bidang usaha yang menguntungkan baik itu bagi pengusaha maupun bagi petani kopi. Bagi saya pribadi mendatangkan keuntungan tersendiri keberadaan Kopi Shop menjadi tempat belajar untuk menaikan maqom dari penikmat kopi sachet tiga ribuan per gelas ke maqom penikmat kopi racikan tangan-tangan barista professional. Selain itu, keberadaan kopi shop menjadi alternatif tempat yang lengkap dengan desain kedai yang unik, wifi gratis, tempelan quotes inspiratif cocok untuk mencari ispirasi, nongkrong, diskusi dan berkarya. Sungguh, tidak bisa disangkal, kopi shop adalah sarang kaum milenial yang suka nongkrong sambil nyari wifi gratisan. Ahlaq Ngopi di kopishop tersebut sungguh sama sekali bukan untuk meninggalkan kopi sachet karena kopi sachet adalah kenangan—kenangan bersama seorang mantan.

Kopi sachet juga adalah perjuangan yang menemani membereskan setumpuk tugas, rapat-rapat, bahkan ketika celoteh ini ditulispun kopi sachet setia menemani. Dear Penikmat Kopi !!! janganlah kalian melupakan kopi sachet karena barang siapa yang melupakan kopi sachet tak ubahnya seperti Malin Kundang yang tidak mengenal ibunya setelah kaya raya. Atau, Qorun yang mendaku bahwa kekayaan itu hasil dirinya sendiri tanpa campur tangan Allah Ta’ala. Kejam! Dusta! Bar bar!

Kopi sachet adalah legendaries dari Kopi Mix sampai Kopilih Dia daripada Aku, kopi sachet menjadi sebuah keniscayaan.

Oleh Asep Jazuli

Penikmat Kopi Sachet Tiga Ribuan per gelas.

      INSAN DESA.ID