TIMELINE

Find us on Facebook

Dana Desa dan Jenis Kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru
Ilustrasi Gambar : desacibugel.id
DESAFeaturedIndepthKajian DesaKEUANGANTERBARU

Dana Desa dan Jenis Kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru

INSANDESA.ID-Bencana pandemi Covid-19 merupakan pengalaman baru bagi pemerintah dan masyarakat. Begitu besar dampak yang dimunculkannya sehingga pemerintah dan masyarakat terlihat banyak yang tidak siap dan tergagap-gagap dalam mengatasi bencana ini. Bukan hanya di level pusat dan daerah, melainkan juga di tingkat desa. Dampak itu, di antaranya: mayoritas orang kini harus bekerja di rumah, pengangguran dan kemiskinan yang meningkat, dan ketahanan pangan maupun kualitas gizi dan nutrisi masyarakat yang terancam menurun. Ini semua bukan perkara kecil dan bukan hal yang mudah untuk diatasi melalui serangkaian kebijakan.

Seperangkat regulasi disiapkan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk meminimalisir dampak pandemi ini, termasuk kebijakan yang ditujukan kepada desa, baik itu terkait pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19 sebagai ujung tombak pencegahan dan penanganan wabah Covid-19 di desa, pengalokasian Dana Desa untuk bantuan social (BLT Dana Desa), maupun penyusunan prioritas penggunaan Dana Desa untuk Tahun 2021, desa diharuskan mengakomodir program atau kegiatan yang adaptif pada penanganan pandemic Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Baik itu dari sisi dampak social, ekonomi, dan kesehatan.

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menimbulkan korban jiwa, dan kerugian material yang semakin besar, sehingga berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 telah diprioritaskan untuk penanganan COVID-19. Kegiatannya berupa Desa tanggap Covid 19, Padat Karya Tunai Desa, dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Selanjutnya, untuk memperkuat adaptasi kebiasaan baru dan pemulihan ekonomi di Desa, penggunaan Dana Desa Tahun 2021 juga difokuskan untuk membiayai Desa Aman COVID-19 dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk pemberdayaan ekonomi Desa melalui badan usaha milik desa. Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 masih tetap diarahkan pada jarring pengaman sosial, Desa Aman COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang mencakup sektor strategis nasional. Sektor strategis nasional meliputi:

  1. sarana/prasarana energi;
  2. sarana/prasarana komunikasi;
  3. sarana/prasarana pariwisata;
  4. pencegahan stunting; dan
  5. pengembangan Desa inklusif.

Prioritas Penggunaan Dana Desa sebagaimana dimaksud diarahkan untuk program dan/atau kegiatan percepatan pencapaian SDGs Desa melalui pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan Desa, program prioritas nasional sesuai kewenangan Desa, dan adaptasi kebiasaan baru Desa.

Dana Desa dan Jenis Kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru
Ilustrasi Gambar : desacibugel.id

Berkaitan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru desa, Prioritas Penggunaan Dana Desa meliputi beberapa kegiatan dan program yang bisa dilaksanakan diantaranya:

  1. Penerapan secara ketat adaptasi kebiasaan baru, dengan menggalakan seluruh warga Desa memakai masker ketika ke luar rumah; terdapat tempat cuci tangan pakai sabun dan air mengalir yang siap pakai di setiap tempat umum, antara lain di depan warung, toko, dan los pasar, di tempat ibadah, tempat pelayanan umum seperti balai Desa, poskesdes, dan lain-lain; dan senantiasa jaga jarak dalam setiap aktivitas di ruang umum dan di dalam ruangan.
  2. merawat sebagian ruang isolasi Desa agar sewaktu-waktu siap digunakan ketika dibutuhkan.
  3. mempertahankan pos jaga Desa guna a) mendata dan memeriksa tamu yang masuk Desa; b) mendata dan memeriksa kondisi kesehatan warga yang keluar masuk Desa; c) mendata dan memeriksa warga yang baru datang dari rantau; dan d) merekomendasikan warga Desa dari rantau atau warga Desa yang kurang sehat untuk karantina mandiri.
  4. Membentuk kembali dan mentransformasi relawan Desa lawan COVID-19 menjadi relawan Desa Aman COVID-19, untuk melakukan sosialisasi tentang adaptasi kebiasaan baru di Desa untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan yaitu: memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan; mendata penduduk rentan sakit, seperti orang tua, balita, serta orang yang memiliki penyakit menahun, penyakit tetap, dan penyakit kronis lainnya, serta mendata keluarga yang berhak mendapat manfaat atas berbagai kebijakan terkait jaring pengamanan sosial dari Pemerintah Pusat maupun daerah, baik yang telah maupun yang belum menerima; dan melakukan penyemprotan disinfektan jika diperlukan, menyediakan tempat cuci tangan dan/atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di tempat umum.

Selain untuk mewujudkan Desa sehat dan sejahtera melalui Desa Aman COVID-19, penerapan adaptasi kebiasaan baru Desa juga diarahkan untuk mewujudkan Desa tanpa kemiskinan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Uraian tersebut diatas sudah tertuang dalam Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. Dalam pelaksanaannya Pemerintah Desa diharapkan dapat mengoptimalkan keterlibatan partisipasi masyarakat, memperkuat kegotongroyongan, serta memfaatkan dukungan Teknologi Informasi dari berbagai aspek baitu dari aspek perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan/evaluasi, dan pertanggungjawaban.

Oleh : Asep Jazuli | Pendamping Lokal Desa Pada P3MD Kab Sumedang

admin
Insan Desa | Media Edukasi dan Informasi Seputar Desa, adalah sebuah situs yang dikelola sebagai Media penyebaran informasi dan ruang referensi tentang Tata Kelola Desa, Pendampingan Desa, dan informasi berkenaan dengan Implementasi UUDesa