Kajian Ilmu Administrasi Publik (Bag 1) : Definisi dan Faktor-faktor

Dalam kajian ilmu administrasi. Perkataan “administrasi” berasal dari bahasa Yunani administrare yang bermakna melayani, membantu, dan memenuhi. Dalam bahasa Inggris dikenal perkataan “administration” yang sebenarnya juga berasal dari bahasa Yunani: AD yang berarti intensif dan ministrare yang berarti melayani. Secara etimologis dapat disimpulkan bahwa administrasi berarti melayani secara rapi dan sempurna.

Adapun administrasi dalam arti sempit dimaksudkan sebagai tata usaha atau office work, yakni pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan surat-menyurat, dokumentasi, pendaftaran atau registrasi, dan soal-soal kearsipan.

Dalam pengertian luas, administrasi dapat dilihat dari tiga sudut, hingga mencakup pula tiga pengertian, yaitu dari sudut proses, fungsi, dan kelembagaan.

Dari sudut proses, administrasi merupakan keseluruhan proses pemikiran, pengaturan, penentuan tujuan hingga pelaksanaan kerja sehingga tujuan yang dimaksudkan tercapai.

Dari sudut fungsi, administrasi merupakan keseluruhan aktivitas yang secara sadar dilakukan oleh setiap orang atau sekelompok orang yang berfungsi sebagai administrator atau pemimpin. Dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai macam tugas (fungsi) kerja, misalnya tugas perencanaan, tugas mengorganisasi, tugas menggerakkan, tugas mengawasi, dan sebagainya.

Dari sudut kelembagaan, administrasi ditinjau dari manusia-manusia, baik secara perseorangan maupun kolektif yang menjalankan kegiatan-kegiatan guna mencapai hasil, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Orang-orang itu terdiri atas empat golongan, yaitu:

  1. administrator: orang yang menentukan dan mempertahankan tujuan;
  2. manajer: orang yang langsung memimpin pekerjaan ke arah tercapainya hasil yang nyata;
  3. pembantu ahli (staf): terdiri atas para ahli dalam setiap bidang, selaku penasihat dan berfungsi di bidang pemikiran;
  4. karyawan: para pelaksana dan pekerja yang digerakkan oleh manajer untuk bekerja, guna menghasilkan sesuatu sesuai dengan tujuan.

Untuk mengetahui hakikat administrasi lebih jauh, ada baiknya kita menelaah definisi administrasi sebagaimana dikemukakan oleh sejumlah ahli, antara lain sebagai berikut :

  1. Administrasi adalah proses dan tata kerja yang terdapat pada setiap usaha; usaha kenegaraan atau swasta, usaha sipil atau militer, usaha besar, atau kecil. (S. Prajudi Atmosudirdjo).
  2. Administrasi didefinisikan sebagai keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Sondang P. Siagian).
  3. Administrasi adalah segenap rangkaian perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu (The Liang Gie).

Ada terdapat perbedaan-perbedaan redaksional dalam ungkapan para ahli administrasi dan pengarang diatas, namun pada prinsipnya mempunyai maksud dan tujuan yang sama.

Dari definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa factor-faktor terjadinya administrasi ialah:

  1. Adanya Proses atau Usaha
  2. Adanya kelompok orang: beberapa orang yang sepakat untuk bekerja sama dalam usaha mencapai tujuan bersama;
  3. Adanya kerja sama: rangkaian perbuatan yang dilakukan bersama secara teratur, dua orang atau lebih;
  4. Adanya tujuan (goal): nilai hajat hidup manusia, baik dalam bentuk fisik materiil maupun dalam bentuk mental spiritual.

Dengan adanya artikel ini diharapkan para pembaca dapat memahami sedikit tentang gambaran umum ilmu bidang administrasi setelah memiliki teori-teorinya akan lebih mudah melaksanakan kegiatan administrasi, manajemen, organisasi dan kepemimpinan.

Bersambung……………….

Oleh : Asep Jazuli

(Alumnus Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Pada STIA Sebelas April Sumedang)

admin
Insan Desa | Media Edukasi dan Informasi Seputar Desa, adalah sebuah situs yang dikelola sebagai Media penyebaran informasi dan ruang referensi tentang Tata Kelola Desa, Pendampingan Desa, dan informasi berkenaan dengan Implementasi UUDesa