Masa Jabatan, dan Gaya Kepemimpinan Kepala Desa

Dari waktu ke waktu, masa jabatan kepala desa selalu mengalami pergantian. Kepala desa bisa menjabat dalam waktu yang panjang, bisa juga menduduki kekuasaan dalam waktu relatif pendek. Dari zaman kerajaan, kolonial, Orde Lama, Orde Baru, reformasi, hingga pasca reformasi, masa jabatan kepala desa tidak pernah seragam. Ini berarti, masa jabatan kepala desa bersifat dinamis, menyesuaikan situasi dan kondisi. Tampaknya, penyesuaian ini bukan lantaran tuntutan zaman dan pergeseran nilai-nilai masyarakat, melainkan karena setiap rezim memiliki politik hukum masing-masing. Dinamisasi dan perubahan masa jabatan kepala desa menunjukkan kepentingan sekaligus maksud tertentu di balik penetapan peraturan perundang-undangan.

Masa Jabatan, dan Gaya Kepemimpinan Kepala Desa

Hal ini berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan kepala desa dalam melaksanakan manajemen pemerintahan dan pembangunan desa. Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi pemerintahan desa telah menempatkan gaya kepemimpinan sebagai hal yang penting dalam menjalankan roda pemerintahan.

Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Kepala desa sebagai seorang pemimpin di lingkup desa memiliki aspek-aspek kepribadian khas/gaya kepemimpinan yang dapat menunjang usahanya dalam mewujudkan hubungan yang baik dengan masyarakat maupun aparaturnya.

Menurut Hasibuan dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia” menyatakan gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya, agar mereka mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.

Gaya kepemimpinan kepala desa erat hubungannya dengan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu pemerintahan desa. Oleh karena itu, perilaku kepemimpinan kepala desa selalu dihubungkan dengan kegiatan kepala desa dalam mengarahkan, memotivasi, menggerakkan anggotanya untuk mewujudkan tujuan pemerintahan desa.

Gaya kepemimpinan kepala desa dapat mengantarkan pemerintah desa dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sehingga tercapai tujuan yang sesuai dengan apa yang tertuang di dalam RPJMDes. Selain itu dalam melaksanaan roda pemerintahan sangat penting untuk melakukan pendelegasian sebagian tugas agar pelaksanaan peningkatan kemampuan aparatur desa dapat terlaksana dengan baik.

Bertolak dari pemahaman diatas, Kepala Desa dituntut siap menghadapi atau memecahkan berbagai permasalahan, baik yang bersumber dari bawahan maupun masyarakat dengan karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya, yang kesemuanya memiliki potensi dapat mendukung maupun menghambat dalam peningkatan kemampuan aparatur dan jalannya pemerintahan desa.

Selain itu, kepala desa dituntut harus memiliki kemampuan atau gaya kepemimpinan yang memadai yang dapat diterima dan didukung oleh bawahan dan masyarakatnya, guna kelancaran tugas pemerintahan dan peningkatan kemampuan aparatur.

Peningkatan kemampuan aparatur pada dasarnya adalah merupakan masalah yang kompleks yang menuntut keterlibatan pemerintah desa. Pemerintah desa dalam peningkatan kemampuan aparatur desa dan kemasyarakatan memiliki tugas dan tanggung jawab yang cukup besar.

Berikut adalah beberapa gaya kepemimpinan yang dapat diadopsi dalam mengelola organisasi khususnya organisasi pemerintahan desa.

Gaya kepemimpinan konsultatif

Gaya kepemimpinan konsultatif adalah pemimpin memberikan kesempatan yang luas kepada bawahan untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan. Cara yang ditempuh adalah mengajikan rancangan yang bersifat sementara. Rancangan tersebut ditawarkan kepada bawahan, yang masih terbuka kemungkinan adanya perubahan. Dengan cara ini pemimpin juga berkesempatan menguji gagasannya kepada bawahan melalui proses konsultasi. Cara lain, pemimpin melemparkan masalah kepada bawahannya. Selanjutnya bawahan mengajikan saran pemecahan masalah kemudian pemimpin mengambil keputusan tertentu, yang mungkin sesuai dengan saransaran bawahnnya. Dengan cara ini terbuka peluang yang luas bagi bawahan untuk mengemukakan pendapa tnya secara bebas dalam keikutsertaannya membuat suatu keputusan manajamen.

Gaya Kepemimpinan Partisipatif

Pemimpin memberikan kesempatan dan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahan untuk mengemukakan pendapat dan pengambilan keputusan. Pemimpin dan bawahan bekerja sama secara penuh dalam team. Cara lain, pemimpin dan bawahan bekerja dalam team tapi pemimpin tidak berperan langsung melainkan pendelegasian kepada staff senior. Pendelegasian pembuatan keputusan menunjukan adanya kebebasan bertindak dalam batas tertentu. Meski kebebasan bawahan sangat dominan tapi tetap tanggung jawab berada pada pemimpin.

Gaya kepemimpinan Delegatif

Yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan delegatif yaitu atasan yang lebih banyak menyerahkan kseputusan kepada bawahan biasanya atasan juga sangat jarang memberi arahan kepada bawahan tujuan gaya kepemimpinan ini adalah untuk melatih anak buah dalam menyelesaikan persoalannya sendiri dalam sebuah organisasi. mengingat gaya kepemimpinan ini, bawahan lebih banyak dituntut untuk memiliki kemampuan lebih baik saat bekerja, mengajukan ide-ide kreatif hingga motivasi tinggi. Disiplin.

Gaya Motivator

Gaya motivator merupakan suatu proses dimana Kepala Desa harus mengarahkan, mempengaruhi dan mengendalikan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan seperti halnya mempengaruhi motivasi pegawai untuk mencapai tujuan Organisasi.

Diolah dari bebagai sumber literasi

Oleh : Asep Jazuli

#NgajiAdministrasiNegara

#NgajiManajemen

      INSAN DESA.ID